Takdir?

Matahari mulai terbenam, sayap-sayap burung mulai dikepakkan menuju ke tempat persinggahan. Di balik cahayanya yang mulai suram, aku berjalan menghampiri kesunyian. Kubuka mataku lebar dan kusibakkan seluruh asam garam kehidupan. Mencari hikmah atas apa yang takdir nyatakan.

Meski sulit mata mencerna dan hati berbicara. Aku yakin suatu saat nanti aku dapat memahaminya. Perkara demi perkara yang berirama dalam kehidupan nyata. Bagai simfoni yang disusun rata oleh kuasa-Nya.

Aku berjalan dan terus berjalan. Menuju kesunyian di ujung jalan. Berharap akan bertemu jiwa lain yang bertualang. Menemani hingga ujung perjalanan.

Advertisements

Published by

Ahmad Saifuddien

Aphantasia absurd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s