Lamunan Tengah Malam

Malam ini adalah malam yang begitu rumit. Seperti biasa aku terbangun saat tengah malam. Mataku langsung tertuju kepada layar kaca handphone ku. Aku terdiam. Lalu aku menghela nafas sejenak, menyadari bahwa malam ini aku masih diberi kesempatan untuk hidup.

Advertisements

Toga Wisuda

ilustrasi-wisuda

Rasa putus asa kadang menghampiri kehidupanmu dengan cara yang tidak terduga. Seperti kebahagiaan, keputus asaan pun selalu menemukan cara untuk masuk ke dalam kehidupanmu. Beberapa waktu yang lalu aku sempat melihat foto temanku yang diwisuda, mereka terlihat tampan dan cantik mengenakan busana khas wisuda dan juga toga yang menjadi kebanggaan mereka. Dihiasi dengan nama universitas yang melekat kepada busana tersebut, mereka tersenyum lebar dan penuh kepuasan setelah menyelesaikan pendidikan strata satu mereka. Di satu sisi aku merasakan kebahagiaan yang mereka tularkan melalui cuplikan gambar yang mereka kirim kepadaku. Namun tiba-tiba perasaan itu berubah dalam beberapa menit kemudian. Seperti yang aku ceritakan di awal, keputus asaan bisa datang kapanpun dia mau, aku mulai merasakan sebuah perasaan yang aneh setelah melihat foto itu. Continue reading Toga Wisuda

Pos Pertama

“Do every act of your life as though it were the very last act of your life.” – Marcus Aurelius, Meditations

Mengawali pagi dengan beberapa baris kalimat tidaklah begitu buruk. Hari ini aku melihat bahwa dengan menulis setidaknya apa yang tidak bisa disampaikan kepada dunia secara lisan, bisa tersampaikan. Meski kadang datang keyakinan bahwa tidak akan semua tersampaikan melalui barisan kata yang runut, namun dengan menulis, semua perasaan yang tersimpan itu sedikit demi sedikit dapat diutarakan. Mengutip perkataan dari Marcus Aurelius di atas yang diambil dari salah satu artikel di lifehack.org sebagai sebuah penyemangat untuk melakukan hal-hal yang baru dan bervariasi pada setiap harinya. Senada dengan kutipan di atas, di kalangan orang Arab pun terdapat perkataan yang jika diterjemahkan pun senada dengan itu.

“Live in this world as if you are given eternal life, and work each day (for the life-after) as if you die tomorrow.” – Arabian Proverb

Melakukan hal dengan sekuat tenaga memanglah tidak mudah, namun hal yang tidak mudah, bukan berarti tidak mungkin. Jika kita memang berniat melakukan sesuatu dan dilaksanakan dengan sepenuh hati, maka kita akan mendapatkan tenaga yang lebih untuk melakukan sesuatu hingga mencapai titik puncaknya. Tanamkan pada diri kita sebuah keyakinan bahwa selama kita masih diberi nafas yang dapat kita hirup dan detak jantung yang menggema dalam tubuh kita, maka tidak ada yang tidak bisa kita lakukan secara maksimal. Mengenai hasil, kita sebenarnya tidak usah terlalu khawatir mengenai hal tersebut. Hasil hanyalah akibat dari apa yang kita perbuat. Memang tidak selalu menggembirakan, tapi dengan kita menjalani proses yang kita lakukan hingga titik puncak setidaknya memberi kepuasan batin bagi diri kita. Dari titik itulah kita juga bisa mengukur sudah sejauh mana kita berkembang, sudah sejauh mana kita sampai dan langkah apa yang selanjutnya akan kita tempuh untuk mengembangkan diri kita. Mulai sekarang, mari lakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati dan penuh dengan energi. Do as infinity.

“Carpe diem, quam minimum credula postero.” – Latin Proverb